Dari: DINAS LINGKUNGAN HIDUP
Dibalas Pada Tanggal 13 Febuari 2026 09:52:26
DLH sudah verifikasi ke lapangan pada hari Kamis,19 Oktober 2023 dan ditemukan fakta sebagai berikut :
1. sampel air sumur milik warga yang terdampak dgn kedalaman sumur sekitar 5 m secara visual berwarna agak gelap dan berbau minyak eugenol
2. Sampel air sumur pantau milik PT. Indesso Aroma yg berjarak 2 m dari sumur terdampak dgn kedalaman 6 m dan dibatasi tembok keliling,warnanya agak kuning dan sedikit bau eugenol
kesepakatan antara PT.Indesso Aroma dgn pemilik sumur :
1.sumur yg tercemar akan dijadikan septic tank oleh pemilik sumur
2.pihak PT.Indesso Aroma sudah memberikan kompensasi dengan membuat saluran air bersih ke warga yang diambil dari mata air di hulu dan sudah membuat sumur bor dgn kedalaman 20 m kepada warga terdampak berikut water torn dgn suplai listrik dari PT.Indesso Aroma,secara visual air sumur bor jernih namun masih sedikit bau eugenol
3.PT.Indesso Aroma berkomitmen akan terus mengusahakan kualitas air sumur bor benar-benar memenuhi standar air bersih dibuktikan dgn uji laboratorium yg terakreditasi dan teregistrasi
DLH Kabupaten Banyumas mewajibkan kepada PT.Indesso Aroma untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut :
1. PT.Indesso Aroma harus men-tracer asal sumber pencemaranya yg sampai sekarang belum diketahui berasal dari mana supaya dpt dilakukan eliminasi sumber pencemaranya
2. PT.Indesso Aroma harus melakukan clean up sumur terdampak sampai benar-benar bersih dibuktikan dgn hasil uji laboratorium
3. PT.Indesso Aroma wajib melakukan uji kualitas air sumur pantau yg bersebelahan dgn sumur terdampak dan sumur bor yg sudah dibuat oleh PT.Indesso Aroma
4. PT.Indesso Aroma wajib melakukan uji laboratorium kualitas tanah di area sekitar sumur pantau dan sumur terdampak